8 tenik menggambar secara umum

hai, selamat datang di blog Della karisma.. kali ini gw akan membahas mengenai teknik meggambar secara umum.


Secara umum pengertian menggambar adalah kegiatan menorehkan pensil ataupun pewarna di atas media kertas. Sedangkan pengertian secara khusus, menggambar adalah kegiatan-kegiatan membentuk imaji, dengan menggunakan banyak pilihan teknik dan alat dengan membuat tanda-tanda tertentu di atas permukaan media dengan mengolah goresan dari alat gambar. Gambar merupakan karya seni rupa dua dimensi yang berfungsi untuk untuk menerangkan ataupun menjelaskan sesuatu.


oh iya, bicara tenang gambar ya gw masih belajar guys, masih pemula. nih guys hasil gambar gw sebagai pemula ya wajar lah ya hehehe...

 



nah, untuk kalian yang tertarik dalam seni menggambar tapi belum tau teknik atau cara meggambar silakan baca di bawah ini ya guys.. semoga bermanfaat :)


1. Mulai dengan menggambar garis lurus dan lengkung dasar. Kalau Anda baru memulai, awali dengan menggambar garis lurus secara cermat memakai pensil di kertas. Berlatihlah menahan tangan pada berbagai sudut untuk menentukan apa yang paling mengontrol pensil Anda, dan apa yang terasa yang paling nyaman. Setelah Anda fasih menggambar garis lurus, berlatihlah memutar pergelangan tangan saat menggambar untuk membuat kurva. Cobalah membuat beberapa lingkaran besar pada kertas, kemudian gambarkan pusaran kecil di bawahnya. Latihan ini akan membangun koordinasi mata dan tangan sehingga Anda bisa menciptakan efek yang diinginkan di halaman.

  • Berlatihlah menggambar garis dalam berbagai panjang, ketebalan, dan tekstur. Coba juga menggambar garis bergelombang, zig-zag, dan coret-coret.
  • Setelah Anda merasa fasih menggambar garis lurus dan lengkung, cobalah menggambar bentuk. Sebagai contoh, Anda bisa mencoba mengisi halaman dengan berbagai bangun dua dimensi seperti lingkaran, kotak, atau segitiga.

Tip: Usahakan memilih set pensil grafit dengan berbagai tingkat kekerasan sehingga Anda bisa bereksperimen dan mencari yang cocok dengan gaya menggambar Anda. Kebanyakan pensil tingkat produsen memiliki skala dengan rentang mulai dari 9H (terkeras) sampai 9B (terlunak). Pensil yang lebih keras menggambar garis yang lebih tipis dan halus, sementara pensil yang lebih halus untuk membuat guratan yang lebih gelap dan tebal.



2. Ciptakan kedalaman dengan membubuhkan bayangan pada bangun. Gambarkan bangun sederhana, misalnya lingkaran, dan tambahkan sumber cahaya imajiner untuk halaman. Bayangi area yang paling jauh dari sumber cahaya secara ringan memakai pensil, sementara biarkan area terdekat dengan sumber cahaya tidak memiliki bayangan. Teruskan membuat bayangan sampai memperoleh pudaran gradien halus dari bagian tergelap objek menuju bagian terterang objek.
  • Sebagai contoh, Anda bisa membayangkan ada lampu yang menyinari dari pojok kiri atas halaman. Dalam kasus ini, area kiri atas bangun Anda tidak memiliki bayangan. Persis di bawah area tersebut, bubuhkan bayangan tipis yang kian menebal menuju pojok kanan bawah halaman.
  • Cobalah membaurkan bayangan Anda dengan jemari, penghapus, atau kain untuk melembutkannya.

3. Buat objek tampak realistis dengan menambahkan bayangan yang jatuh ke tanah. Bayangkan titik sumber cahaya Anda, lalu gambarkan bayangan di sisi objek yang membelakangi cahaya. Bentuk bayangan harus sama dengan bentuk objek, walaupun ukurannya bisa lebih panjang atau pendek, bergantung jarak sumber cahaya dan sudut sinarnya.
  • Sebagai contoh, jika ada mangkuk buah di meja, bayangan meja akan jatuh di lantai, bayangan mangkuk akan jatuh di meja, dan bayangan buah akan jatuh di dalam mangkuk.
  • Gunakan jari atau penghapus untuk membaurkan pinggiran bayangan sehingga tampak lebih realistis.

4. Buat kisi di kertas untuk membantu Anda menggambar dengan proporsi yang benar. Jika Anda menggambar sesuatu dari gambar lain, buat beberapa garis vertikal dan horizontal berjarak sama dan menghasilkan kisi. Kemudian, gambarkan garis yang sama pada gambar sumber Anda. Lihatlah setiap persegi pada gambar sumber dan cobalah salin ke persegi yang cocok di kertas Anda. Gambar jadi Anda seharusnya memiliki proporsi sama dengan gambar sumber![5]

  • Sebagai contoh, Anda bisa menggambar 3 garis vertikal dan 2 garis horizontal untuk membuatnya menjadi kisi 4x3.
  • Tidak masalah jika ukuran kotak-kotak kisi di gambar sumber tidak sama dengan kisi di kertas gambar Anda. Anda akan menyesuaikan ukuran gambar secara alami ketika menyalin gambar yang dilihat di setiap kisi. Faktanya, teknik ini sering kali digunakan untuk menyesuaikan ukuran gambar.


5. Tunjukkan dimensi objek dengan mempelajari perspektif. Untuk mulai melatih perspektif, gambarkan garis horizontal yang menyeberangi kertas sebagai cakrawala. Buat titik kecil di garis ini. Titik tersebut akan menjadi titik lenyap (vanishing point). Berikutnya, gambarkan dua garis lurus dan miring yang bertemu di titik lenyap dan teruskan hingga menuju bagian bawah kertas. Garis ini bisa menjadi jalan, sungai, trek kereta, atau jalur lainnya. Bagian terlebar jalur, yang berada dekat ujung bawah halaman, akan tampak paling dekat bagi Anda, sementara titik lenyap akan tampak sangat jauh.
  • Perspektif berarti benda yang lebih dekat akan tampak lebih besar dibandingkan benda yang letaknya lebih jauh. Gambar perspektif sederhana hanya memiliki satu titik lenyap, sementara gambar yang lebih kompleks dapat memiliki 2-3 titik lenyap.
  • Memahami perspektif juga akan membantu Anda membayangi dan membuat bayangan tampak lebih realistis.
  • Bacalah artikel ini untuk mempelajari cara menggambar perspektif dengan lebih lanjut.

6. Bangun objek dari berbagai bentuk. Kalau sudah menguasai seni menggambar dan membayangi bangun sederhana, Anda bisa mencoba menggambar objek yang lebih kompleks dengan memecahnya menjadi beberapa bentuk sederhana. Carilah sesuatu yang ingin digambar, misalnya orang, mobil, atau tangan Anda, dan coba buat sketsa bangun-bangun dasar yang membentuk benda.[6]
  • Anda bisa berlatih dengan mengambil gambar, misalnya foto dari majalah atau koran, dan membuat berbagai garis bentuk langsung di gambar. Sebagai contoh, ambil gambar mobil dan buat garis bentuk persegi panjang sebagai kaca depan, bentuk lingkaran sebagai ban, dan seterusnya.
  • Setelah Anda membuat sketsa dari bentuk-bentuk gambar, bubuhkan bayangan untuk menciptakan kedalaman.
  • Untuk membuat gambar yang lebih terpoles, hubungkan bentuk-bentuk yang dibuat dengan garis untuk menghasilkan benda yang utuh. Anda bisa menghapus garis-garis bentuk dari masing-masing bangun yang disketsa.

7. Cobalah menggambar kontur. Menggambar kontur adalah latihan yang membantu Anda menciptakan garis-garis bentuk yang kompleks dan realistis. Pilih objek untuk digambar dan telusuri garis-garis bentuk gambar dengan mata selagi menggambar di saat yang sama. Usahakan menjaga mata tetap melihat objek yang digambar sebisa mungkin, alih-alih melihat tangan yang dipakai menggambar. Jangan khawatir jika gambar Anda tidak bagus; Anda cukup berusaha menggambarkan bentuk dasar objek ke kertas.
  • Buatlah permainan dengan mencoba menggambar kontur berkelanjutan. Cobalah untuk menghubungkan semua garis bentuk yang dilihat tanpa mengangkat pensil dari kertas atau mengulang apa yang sudah digambar.

8. Buat garis bentuk sketsa terlebih dahulu, sebelum menambahkan detail untuk menjaga proporsi gambar. Ketika Anda menggambar dari sketsa ke hasil jadi, jangan dulu mengkhawatirkan detail kecil. Awali dengan mengisi bentuk dan nilai dasar, lalu bersihkan gambar dan bubuhkan detail seiring waktu. Jika Anda terlalu cepat fokus ke detail kecil, ada kemungkinan satu bagian gambar menjadi terlalu besar atau kecil, dan hasil jadinya terasa tidak seimbang.
  • Sebagai contoh, jika menggambar bunga, Anda bisa memulai dari garis bentuk kelopak dan batang bunga. Kalau sudah selesai, mulailah membubuhkan detail seperti bagian tengah bunga dan garis lengkung dedaunan dan kelopak. Terakhir, Anda akan menambahkan bayangan dan semua detail yang tersisa.



sumber: https://id.wikihow.com/Menggambar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

cara mengatasi kecanduan game online

DIRIKU✨